24 Okt 2016

Materi Fisika: Usaha dan Energi

Banyak dari kendaraan rekreasi dipekan raya atau taman hiburan yang menggunakan prinsip hukum kekekalan energi mekanik. Misalnya, kereta luncur (roller coaster). Kereta ini mula-mula dinaikkan ke atas lereng yang curam, dan kemudian dilepaskan. Kereta ini melaju direlnya tanpa ada mesin yang menjalankannya sepanjang lintasan. Hal ini bisa terjadi karena puncak lereng lebih tinggi dari bagian lintasan rel yang lain. Kereta luncur mendapat simpanan energi potensial yang banyak, yang kemudian berubah menjadi energi kinetik saat gaya gravitasi menarik kereta ini.


Gambar 1. Rooler Coaster Menurut Hukum Kekekalan Energi

A. Usaha

Di dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kalian sering mendengar kata usaha. Pengertian usaha dalam kehidupan sehari-hari adalah mengerahkan kemampuan yang dimilikinya untuk mencapai tujuan atau kerja yang dilakukan orang atau mesin. Apapun hasil kerja itu, berhasil atau tidak, asalkan orang atau mesin itu melakukan sesuatu, dikatakan orang atau mesin tersebut melakukan usaha. Pengertian usaha dalam fisika didefinisikan sebagai perkalian antara besar gaya yang menyebabkan benda berpindah dengan besar perpindahan benda yang searah dengan arah gaya tersebut. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut.
W = F x s
Keterangan:
W : usaha (J)
F : gaya yang beraksi pada benda (N)
s : jarak pergeseran (m)

Telah kalian ketahui bahwa gaya dikatakan tidak melakukan usaha jika gaya yang bekerja pada suatu benda memiliki resultan nol. Bagaimana jika resultan gayanya tidak sama dengan nol tetapi benda tidak berpindah atau bergeser? Pada kasus-kasus tertentu, gaya yang beraksi pada benda tidak mengubah kedudukan benda. Misalnya ketika kalian mendorong tembok. Kalian dikatakan tidak melakukan usaha karena tembok yang kalian dorong tidak berpindah (s = 0; maka W = 0) Contoh yang lain adalah peristiwa atlet angkat besi yang menahan barbel di atas kepala. Saat mengangkat barbel, atlet memberikan sejumlah gaya yang sebanding dengan berat barbel. Gaya ini mengubah posisi barbel dari lantai ke atas kepala atlet. Pada saat mengangkat barbel dari atas lantai ke atas kepalanya atlet dikatakan melakukan usaha. Namun, setelah barbel berada di atas kepala, atlet dikatakan tidak melakukan usaha, meskipun ia mengerahkan segenap tenaga untuk menahan barbel tersebut. Hal ini disebabkan barbel tidak mengalami perpindahan (s = 0; maka W = 0).

Pada kehidupan nyata, jarang dijumpai adanya gaya tunggal yang bekerja pada benda. Misalnya, saat kalian berjalan. Gaya-gaya yang bekerja pada saat kalian berjalan adalah gaya berat, gaya normal, dan gaya gesekan. Bagaimanakah cara menentukan usaha yang dilakukan oleh berbagai gaya? Untuk dapat menentukan usahanya, Kalian harus mengetahui besar gaya dan arahnya.

Usaha total yang dilakukan oleh beberapa gaya yang bekerja searah dapat dihitung sebagai hasil kali resultan komponen gaya yang segaris dengan perpindahan dan besarnya perpindahan.
W   = W1 + W2
W   = (F1 + F2) x s
Sedangkan usaha yang dilakukan oleh gaya-gaya yang berlawanan arah merupakan selisih dari perpaduan dua gaya yang berlawanan arah tersebut.
W   = W1 - W2
W   = (F1 - F2) x s

Menghitung Usaha dengan Grafik

Usaha yang dilakukan oleh sebuah gaya dapat dilukiskan secara grafis, yaitu dengan menarik garis komponen gaya sebagai fungsi perpindahannya.

Perhatikanlah Gambar berikut!
Grafik Gaya terhadap Perpindahan
Gambar 2. Grafik Gaya terhadap Perpindahan
Luas daerah diarsir di bawah grafik Fs menyatakan usaha yang dilakukan oleh gaya sebesar F untuk perpindahan benda sejauh s. Sehingga untuk menghitung usaha yang dilakukan oleh suatu gaya, Kalian cukup menghitung luas daerah di bawah grafik gaya terhadap perpindahan. Hal ini berlaku untuk segala jenis grafik gaya.

Usaha yang Dilakukan Oleh Gaya Berat

Anggap sebuah benda bermassa m dilepaskan dari ketinggian h di atas permukaan bumi. Benda akan jatuh karena pengaruh gaya gravitasi. Besarnya usaha yang dilakukan oleh gaya gravitasi adalah:
Wgrav = Fgrav x h = m x g x h

Usaha ini positif karena arah gaya dan perpindahan sama-sama ke bawah. Sekarang kalian lihat kasus di mana benda dinaikkan dari lantai perlahan-lahan hingga ketinggian h. Di sini arah perpindahan (ke atas) berlawanan dengan arah gaya berat (ke bawah) sehingga usahanya negatif:
W = - (m x g x h)
Ketika benda berpindah secara horizontal gaya gravitasi tidak melakukan usaha karena arah perpindahan tegak lurus arah gaya. Berdasarkan ketiga hal tersebut, dapat disimpulkan sebagai berikut.
• Jika benda berpindah sejauh h vertikal ke atas, maka besarnya usaha gaya gravitasi adalah
  W = - (m x g x h)
• Jika benda berpindah sejauh h vertikal ke bawah, maka besarnya usaha gaya gravitasi adalah
  W = m x g x h
• Jika benda berpindah sejauh h mendatar, maka besarnya usaha gravitasi adalah
  W = 0.

B. Energi


Energi merupakan kemampuan untuk melakukan usaha. Kalian tentu tahu tentang hukum kekekalan energi. Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan melainkan hanya dapat diubah bentuknya. Proses perubahan bentuk energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya disebut konversi energi. Alat untuk mengubah energi disebut konventer energi. Perubahan energi terjadi ketika usaha sedang dilakukan. Misalnya, ketika kalian melakukan usaha dengan mendorong mobil hingga mobil tersebut bergerak maju. Pada proses usaha sedang berlangsung, sebagian energi kimia yang tersimpan dalam tubuh kalian diubah menjadi energi mekanik. Di sini kalian berfungsi sebagai pengubah energi (konverter energi).

Gambar 1Air merupakan salah sumber energi yang dapat membangkitkan listrik. Listrik merupakan salah energi yang banyak digunakan manusia.
Kalian telah mengenal berbagai sumber energi, antara lain, energi matahari, energi panas bumi, energi angin, energi air, dan energi nuklir. Sumber utama semua energi adalah energi matahari. Energi listrik merupakan salah satu bentuk energi yang sering digunakan. Dari jaringan listrik PLN di rumah, kalian dapat melakukan berbagai kegiatan, antara lain, menyalakan lampu, komputer, menyetrika baju, mendengarkan radio, melihat siaran televisi. Hal ini menunjukkan bahwa energi listrik dapat diubah menjadi bentuk energi lain yang kalian butuhkan. Energi listrik diperoleh dari berbagai sumber. Misalnya dari air terjun atau bendungan (PLTA), diesel (PLTD), panas bumi (PLTG), batubara (PLTU), dan nuklir (PLTN).

Sumber energi fosil (minyak bumi, gas alam, batubara) merupakan jenis sumber energi yang tidak dapat diperbaharui. Oleh karena itu, kalian harus menghemat energi supaya sumber energi yang dimiliki tidak cepat habis.

1. Energi Potensial

Energi potensial diartikan sebagai energi yang dimiliki benda karena keadaan atau kedudukan (posisinya). Misalnya, energi pegas (per), energi ketapel, energi busur, dan energi air terjun. Energi potensial juga dapat diartikan sebagai energi yang tersimpan dalam suatu benda. Misalnya energi kimia dan energi listrik. Contoh energi kimia adalah energi minyak bumi dan energi nuklir.

a. Energi Potensial Gravitasi adalah energi yang dimiliki benda karena kedudukan ketinggian dari benda lain. Secara matematis ditulis sebagai berikut:

Ep = m x g x h
Keterangan:
Ep : energi potensial gravitasi (N)      
m : massa benda (kg)
g : percepatan gravitasi (m/s2)

Energi potensial gravitasi tersebut adalah energi potensial benda terhadap bidang acuan yang terletak pada jarak h di bawah benda. Energi potensial gravitasi terhadap bidang acuan lain tentu saja berbeda besarnya. Misalnya, terhadap bidang acuan yang jaraknya h1, di bawah kedudukan benda, maka energi potensial gravitasinya adalah m x g x h1. Bidang acuan tidak harus berada di bawah kedudukan benda. Dapat saja dipilih bidang acuan yang letaknya di atas kedudukan benda. Dalam hal demikian energi potensial gravitasi memiliki nilai negatif. Namun, biasanya bidang acuan dipilih di bawah kedudukan benda.

b. Hubungan Antara Usaha dengan Energi Potensial Gravitasi adalah misalnya sebuah balok bermassa m diikat pada seutas tali dan tali digulung pada suatu katrol licin. Anggap katrol dan tali tak bermassa. Balok mula-mula berada pada ketinggian h1, beberapa saat kemudian balok berada pada ketinggian h2.
                        W = m x g x ( h1 – h2 )

2. Energi Kinetik

Energi kinetik adalah energi yang dimiliki oleh benda karena geraknya. Secara umum energi kinetik suatu benda yang memiliki massa m dan bergerak dengan kecepatan v dirumuskan oleh persamaan berikut.
                        E = ½ x m x v2
Pada persamaan diatas tampak bahwa energi kinetik sebanding dengan massa m dan kuadrat kecepatan (v2).

3. Hukum Kekekalan Energi Mekanik
Energi mekanik didefinisikan sebagai penjumlahan antara energi kinetik dan energi potensial. Untuk lebih memahami energi kinetik perhatikan sebuah bola yang dilempar ke atas. Kecepatan bola yang dilempar ke atas makin lama makin berkurang. Makin tinggi kedudukan bola (energi potensial gravitasi makin besar), makin kecil kecepatannya (energi kinetik bola makin kecil). Saat mencapai keadaan tertinggi, bola akan diam. Hal ini berarti energi potensial gravitasinya maksimum, namun energi kinetiknya minimun (v = 0). Pada waktu bola mulai jatuh, kecepatannya mulai bertambah (energi kinetiknya bertambah) dan tingginya berkurang (energi potensial gravitasi berkurang). Berdasarkan kejadian di atas, seolah terjadi semacam pertukaran energi antara energi kinetik dan energi potensial gravitasi. Hukum kekekalan energi mekanik berlaku dalam hal ini.
EMA = EMB
EPA + EKA = EPB + EKB
m x g x hA + ½ x m x vA2  = m x g x hB + ½ x m x vA2

Perlu digaris bawahi bahwa hukum kekekalan energi mekanik berlaku hanya jika tidak ada energi yang hilang akibat adanya gaya konservatif. Misalnya akibat gesekan udara maupun gesekan antara dua bidang yang bersentuhan. Gaya konservatif adalah gaya yang tidak bergantung pada lintasan, tetapi hanya ditentukan oleh keadaan awal dan akhir. Usaha yang dilakukan oleh gaya konservatif untuk berpindah antara dua posisi tertentu hanya bergantung pada kedua posisi tersebut, dan tidak bergantung pada jalan yang ditempuh. Contoh gaya konservatif adalah gaya gravitasi dan gaya pegas.

Salah satu aplikasi hukum kekekalan energi mekanik dalam kehidupan sehari-hari adalah pada permainan bilyar. Misalnya, bola bilyar A menumbuk bola bilyar B yang sedang diam. Pada peristiwa tumbukan bola bilyar dianggap tidak ada energi yang hilang jadi panas dan tidak ada gaya gesekan sehingga hukum kekekalan energi mekanik berlaku. Karena energi potensial semua bola sama sebelum dan sesudah tumbukan, maka energi kinetik kedua bola bilyar sebelum dan sesudah tumbukan sama besar. Jadi, ketika bola A kehilangan sejumlah energi kinetik, maka bola B akan menerima tambahan energi kinetik sebesar energi kinetik yang hilang dari bola A. Contoh lain aplikasi hukum kekekalan energi mekanik adalah pada permainan ayunan, perhatikan Gambar berikut!
Terjadi Perubahan Energi Potensial dan Kinetik secara Bergantian pada Ayunan
Gambar 4. Terjadi Perubahan Energi Potensial dan Kinetik secara Bergantian pada Ayunan
Mula-mula usaha luar diberikan kepada sistem untuk membawa ayunan dari titik terendah O ke titik tertinggi A dan B. Di titik A dan B, sistem memiliki energi potensial maksimum dan energi kinetiknya nol. Ketika sistem mulai berayun, energi potensial mulai berkurang karena sebagian energi potensial diubah menjadi energi kinetik (sesuai dengan hukum kekekalan energi mekanik). Pada waktu ayunan mencapai titik O energi potensial bandul nol karena semua energi potensialnya telah berubah menjadi energi kinetik. Selanjutnya pada perjalanan dari O ke B energi kinetik makin kecil karena sebagian energi kinetik diubah menjadi energi potensial. Ketika bandul tiba di B seluruh energi kinetik bandul telah diubah menjadi energi potensial (di titik ini energi potensial maksimum). Jika selama ayunan berlangsung ada hambatan udara maka hukum kekekalan energi mekanik tidak berlaku lagi. Ayunan makin lama makin melemah dan bandul tidak akan mencapai titik A. Suatu saat akhirnya bandul akan berhenti. Ketika Kalian ukur suhu bandul yang sudah berhenti ini dengan alat yang memiliki ketelitian tinggi, maka akan terbaca suhu bandul naik. Hal ini menunjukkan bahwa hambatan udara menyebabkan sebagian energi mekanik sistem berubah menjadi energi panas. Contoh lain peristiwa sehari-hari yang sesuai hukum frekuensi energi mekanik adalah lompat galah dan buah jatuh bebas dari pohonnya.

Demikian penjelasan terkait Usaha dan Energi, sebagai kesimpulan berikut kami berikan Peta Konsep Materi Usaha dan Energi. Semoga bermanfaat
Peta Konsep Materi Usaha dan Energi
Gambar 5. Peta Konsep Materi Usaha dan Energi

1 komentar: